*MENCARI INSPIRASI - MENCARI INSPIRASI - MENCARI INSPIRASI* BY @zainisetyo

Sunday, 17 March 2013

PERPUSTAKAAN UNTUK RAKYAT





Buku “Perpustakaan untuk Rakyat”, adalah buku yang memberikan nuansa tentang apa itu perpustakaan. Nuansa yang tidak hanya terkait dengan cara menata perpustakaan, klasifikasi ataupun katalogisasi. Beliau berpendat bahwa buku ini sangat bagus, karena berbeda dengan buku lain. Buku tersebut dibuat seperti novel, adanya dialog dibeberapa bagian, tetapi isi yang dibicarakan tetap nyaman dan saling berkaitan. Banyak hal yang dapat kita pelajari dari buku tersebut, bukan hanya belajar ilmu perpustakaan (mengolah perpustakaan), tetapi lebih kepada memahami kebutuhan masyarakat. Kadang-kadang sebagian orang yang bukan pustakawan agak susah untuk mengubah paradigma bahwa pustakawan itu hanya mengurusi buku dan sangat susah sekali mengatakan perpustakaan itu harus dinamis.
Selain menyinggung tantang buku pak Blasius, Bu Afi juga menyinggung tentang perpustakaan dan TBM ( Taman Baca Masyarakat) yaitu mengenai Pengembangan masyarakat. Namun beliau lebih menekankan pada taman bacaan masyarakat atau yang sering disebut TBM. Beliau memberi contoh TBM yang ada di Sleman yaitu TBM  cakruk Pintar. TBM tersebut sudah maju, minat baca masyarakatnya juga sangat antusias. Sebenarnya perpustakaan dan TBM mempunyai ruh yang sama yaitu mengembangkan minat baca. Akan tetapi di yogyakarta masih banyak problematika tentang TBM . Dari data yang didapat, dari 240 TBM yang ada di yogyakarta , hampir 30% sudah “koma” atau tidak mati dan tidak hidup.


Di tahun 2012 pak Blasius menggandeng Ratih untuk berkolaborasi dalam penulisan buku yang berjudul “Perpustakaan untuk Rakyat”. Beliau mengutarakan berbagai masalah yang dihadapi saat penulisan buku tersebut. Selain dari penyesuaian pola pikir dua orang, juga masalah  persepsi dua generasi yang mempunyai selisih umur. Namun hal ini dapat di tepis, sehingga lahirlah buku ini. Buku Perpustakaan untuk rakyat tersebut mengadaptasi dar buku Sri Sultan HB IX yang berjudul Tahta untuk Rakyat. Kita perlu berfikir secara sareh, yaitu cerdas dan hening. Perpustakaan adalah jalan sunyi dan berdaki, penuh penantian dan harapan.
Menurut pak Blasius pustakawan seharusnya yang berjiwa kepustakawanan, harus memeliki keprofesionalan dalam pelayanan, kepustakawanan adalah panggilan hidup, Kepustakawanan adalah spirit of life. Kepustakawanan lebih dekat dengan kemampuan memahami yang mau, dari pada yang mampu. 

Pemateri                : 1. Blasius Sudarsono, Mls
                                 2. Afia Rosdiana
                     3. Ratih Rahmawati


No comments:

Post a Comment